Marvilo
Mulai bicara

Forwarding & kepabeanan · untuk bisnis di Indonesia

Ceritakan barangnya. Kami rapikan impornya.

Freight, persyaratan barang, sampai dokumen PIB. Dikerjakan tim yang berpengalaman, dijelaskan di setiap langkah.

Pesan masukRingkasan kebutuhanBerkas pengiriman #contoh

ke halo@marvilogroup.com · 09.14

Halo, mau tanya dong. Rencananya mau impor mesin kopi dari Italia, kira-kira bulan depan. Ini pertama kali atas nama PT sendiri. Perlu izin apa saja ya? Terus PIB itu apa sih?

Barang
Mesin kopi HS code dicek
Rute
Italia → Indonesia
Waktu
± bulan depan
Importir
PT sendiri, impor pertama
Ditanyakan
Kebutuhan izin · apa itu PIB

Langkah berikutnyaCek persyaratan barang bersama tim

Contoh ilustrasi. Dirapikan oleh tim, bukan otomatis.

Cara kerja

Selalu tahu
langkah berikutnya.

01 / 04

Kenali barangnya.

Apa barangnya, dari mana, dan kapan dibutuhkan? Kami mulai dari HS code dan persyaratan barang Anda.

Yang Anda terimaGambaran HS code dan persyaratan barang

02 / 04

Sepakati rencananya.

Opsi freight, jadwal, dan biaya dibahas dulu. Langkah berikutnya berjalan setelah Anda setuju.

Yang Anda terimaRencana dan penawaran untuk Anda setujui

03 / 04

Periksa dokumennya.

Detail dokumen diperiksa sampai versi final. Kalau ada keterlambatan, Anda diberi tahu beserta sumber kabarnya.

Yang Anda terimaDokumen final untuk dicek bersama

04 / 04

Kawal sampai rilis.

Revisi diminta bila perlu, kendala dijelaskan apa adanya. Setelah SPPB, langkah berikutnya jelas sesuai ruang lingkup yang disepakati.

Yang Anda terimaKabar SPPB dan langkah berikutnya

Ilustrasi cara kerja, bukan pelacakan langsung.

Kenapa resmi itu penting

Saat bisnis Anda diperiksa, pertanyaan pertamanya: mana PIB-nya?

Setiap impor yang kami tangani punya jawabannya.

  1. 01

    PIB yang lengkap

    Setiap impor dideklarasikan penuh melalui PIB (Pemberitahuan Impor Barang), atas nama importir yang benar.

  2. 02

    HS code yang tepat

    Barang diklasifikasikan dan dinilai apa adanya, sehingga dokumen Anda bisa dijelaskan kapan saja.

  3. 03

    Peran yang terpisah

    Importir dan PPJK (pengurus jasa kepabeanan) dijaga sebagai pihak yang terpisah.

Layanan

Tiga pekerjaan.
Satu tim yang sama.

Kami terbiasa dengan impor yang dokumennya perlu ketelitian.

01

Freight laut & udara

Opsi rute dan jadwal dibandingkan bersama Anda. Booking dilakukan setelah Anda setuju.

  • Laut
  • Udara
  • Jadwal
  • Booking

02

Persyaratan barang

HS code, ketentuan larangan dan pembatasan (lartas), serta kebutuhan izin ditelaah sebelum barang dikirim.

  • HS code
  • Lartas
  • Izin

03

Kepabeanan & PIB

Draft PIB disiapkan dan diperiksa sampai versi final, lalu dikawal hingga SPPB (persetujuan pengeluaran barang).

  • PIB
  • Pemeriksaan
  • SPPB

Pekerjaan sesudah SPPB, seperti pengambilan dan pengantaran, dibahas terpisah sesuai ruang lingkup yang disepakati.

Tim

Orang-orang di balik
setiap langkah.

Empat wajah dari tim yang mengerjakan impor Anda. Anda bicara dengan orang, bukan sistem. Buka profil untuk mengenal cara kerjanya.

Kenali detailnya. Pahami izinnya.

Fokus pada kebutuhan izin barang, dengan komunikasi yang apa adanya.

Hilda membahas HS code dan ketentuan pembatasan barang bersama tim. Ia berfokus pada urusan izin dari instansi pemerintah dan menjelaskan kondisi proses sebagaimana adanya.

Pilihan diperiksa. Kabar diteruskan.

Cermat memeriksa pilihan pengiriman dan menjawab pertanyaan pelanggan.

Fefe mengecek jadwal dan rate, menyiapkan tagihan, serta berdiskusi dengan tim. Pembaruan kepada pelanggan disampaikan berdasarkan informasi yang diterima dari agen.

Teliti hingga versi terakhir.

Memeriksa detail dokumen, lalu membantu pelanggan memahami perkembangannya.

Putra memeriksa jadwal, detail dokumen, dan versi finalnya. Saat terjadi keterlambatan, ia menyampaikan pemberitahuan dari pihak asal atau informasi dari pelacakan pelayaran.

Responsif. Apa adanya.

Mengutamakan kesiapan dokumen dan penjelasan yang sopan saat ada perubahan.

Cepi memeriksa jadwal, HS code, dan dokumen ketika pengiriman baru masuk. Ia menjaga komunikasi dengan tim, meminta revisi bila diperlukan, dan menjelaskan kendala kepada pelanggan sebagaimana adanya.

Jadi pengguna

Cara menjadi
pengguna Marvilo.

Setiap pengguna kami kenali dulu. Barang, kebutuhan, dan status impornya kami pahami sebelum mulai bekerja sama.

  1. 01

    Ajukan diri

    Isi formulir singkat, atau kirim email dan WhatsApp. Ceritakan perusahaan dan barang yang ingin diimpor.

  2. 02

    Telaah & penawaran

    Tim menelaah HS code, persyaratan, dan ruang lingkup pekerjaan, lalu menyampaikan penawaran.

  3. 03

    Lengkapi data perusahaan

    Setelah sepakat, kami minta data perusahaan yang dibutuhkan untuk impor Anda.

Tanya Marvilo

Pertanyaan yang
sering muncul.

Tidak ada di sini? Tanyakan langsung lewat email.

Mulai dari cerita barangnya: apa, dari mana, berapa banyak, dan kapan dibutuhkan. Dari situ kami bantu melihat HS code, persyaratan, dan dokumen yang perlu disiapkan, sebelum ada yang dikirim.

Lartas (larangan dan pembatasan) bergantung pada HS code dan jenis barang. Persyaratannya kami telaah bersama Anda di awal. Kami tidak menjanjikan hasil perizinan; kami jelaskan apa yang dibutuhkan dan apa langkahnya.

Bisa dibahas. Sampaikan bagian yang ingin dibantu. Ruang lingkup pekerjaan disepakati bersama sebelum mulai.

Biaya mengikuti barang, rute, dan pekerjaan yang disepakati. Freight, pungutan pemerintah, dan penanganan lanjutan dibahas dalam penawaran, supaya jelas apa yang termasuk.

Tidak. Kami tidak menangani dan tidak membantu under-declaration. Setiap impor dideklarasikan apa adanya, dan itu yang membuat dokumen Anda siap saat diperiksa.

Tentu. Email Anda masuk ke halo@marvilogroup.com, lalu diteruskan ke anggota tim yang sesuai dengan kebutuhan Anda.

Langkah pertama

Ceritakan rencana impor Anda.

Satu pesan cukup untuk mulai. Tidak perlu lengkap, kami bantu melengkapinya.

halo@marvilogroup.com

Yang membantu kami memahami rencana Anda

  1. 01Barang apa, dengan foto atau spesifikasi bila ada
  2. 02Negara asal dan kota tujuan
  3. 03Perkiraan waktu dan jumlah
  4. 04Sudah pernah impor atas nama perusahaan?